Beberapa oknum tersebut terlihat membawa senjata tajam dan senjata api (menurut penglihatan jama'ah bedah buku yang lain). Sebagian dari mereka meneriakan Ust. Zaenal abidin dengan kata-kata "Bangsat, Murtad, Kafir, dll". Sepertinya kerusuhan ini memang sudah direncanakan oleh mereka mengingat pada pagi hari mereka sudah mempelajari kondisi dan medan masjid juga mempersiapkan peralatan berbagai senjata dan menyimpan sendalnya di dalam tas. (bahkan mereka hendak menyerbu kajian ini setelah kajian mereka di tempat lain selesai).
NB : Mereka tidak menodongkan senjata api dan tidak ada jamaah yg terluka dengan senjata tajam. (Ana punya rekamannya, karna waktu itu ana sebagai panitia kajian)
Oleh: Masfikr
Ust. Abu Bakar Ba’asyir lahir di desa Pekunden, kecamatan Mojoagung, kabupaten Jombang Jawa Timur, sebuah desa di pingiran kabupaten jombang Jawa Timur. Kelahirannya di Jombang disambut sayup-sayup senandung takbir yang terdengar di sudut-sudut desa yang didengungkan anak-anak melalui surau-surau tua di sekitar rumahnya. Senandung takbir perayaan peringatan keteladanan pengorbanan Bapak Tauhid, Ibrahim AS yang hendak menyembelih putranya.