Sariyah Hisbah Markaziyah adakan Dauroh Pertama
Kamis, 11 Desember 2009

Sariyah Hisbah Markaziyah mengadakan Dauroh Pengurus Hisbah dengan mengangkat tema
"Nahi Munkar Antara Idealisme Syariah dan Realita Hukum Positif (KUHP)"
Latar Belakang
Dinamika perjuangan Ummat Islam Indonesia yang merindukan tegaknya Syariat Islam dalam segala aspek kehidupan sering mengalami tantangan-tantangan baik dari eksternal muslimin maupun internal muslimin sendiri dengan berbagai alasan. Khusus dalam pelaksanaan Nahi Munkar kerap kali Ummat Islam Indonesia yang berniat menjalankan keyakinannya memerangi kemunkaran terpojok dan terdzolimi karena masalah-masalah teknis di lapangan. Untuk itu Sariyah Hisbah Markaziyah JAT bermaksud mengadakan Dauroh Pengurus Hisbah Jama'ah Ansharut Tauhid untuk memberi bekal kepada anggota agar lebih siap menghadapi tantangan Dakwah di lapangan.
Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah
- Memberikan bekal Pengurus Hisbah Jama'ah Ansharut Tauhid dalam menjalankan fungsi amar ma'ruf nahi munkar supaya setiap tindakan disertai dengan ilmu dan pemahaman.
- Menyeragamkan langkah dan gerak Dakwah dalam amar ma'ruf nahi munkar supaya tidak kontra produktif terhadap perjuangan ummat Islam dalam menegakkan syari'ah Islam.
- Memaksimalkan potensi kelasykaran Jama'ah Ansharut Tauhid supaya banyak bermanfaat bagi perjuangan Islam.
Waktu dan Tempat Kegiatan
kegiatan ini akan diadakan pada :
Hari, tanggal : Ahad 13 Desember 2009 / 26 Dzulhijjah 1430 H
Tempat : Masjid Salamah Tipes Solo, Surakarta
Menurut Ust. Abu Bakar Ba'asyir: "Ulama di Indonesia wajib mengingatkan penguasa murtad saat ini (SBY) yang tidak mau menegakkan hukum Islam (syare'at Islam) secara murni dan kaaffah"

Publikasi
Menurut Ust. Abu Bakar Ba'asyir: "Ulama di Indonesia wajib mengingatkan penguasa murtad saat ini (SBY) yang tidak mau menegakkan hukum Islam (syare'at Islam) secara murni dan kaaffah"

Akhbar

